Alat medis jarang berhenti bekerja secara tiba-tiba. Yang lebih sering terjadi adalah pergeseran perlahan: alat tetap menyala, tetap mengeluarkan angka, tetapi angkanya tidak lagi seakurat dulu.
Penyimpangan yang tidak terlihat
Tanpa pembanding, pergeseran semacam ini sulit dikenali dari pemakaian sehari-hari. Hasil tetap keluar dan tetap tampak masuk akal, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan sampai ada pemeriksaan pembanding.
Inilah yang membuatnya berbahaya. Alat rusak akan segera diperbaiki; alat yang menyimpang bisa dipakai berbulan-bulan.
Yang terpengaruh bukan sekadar angka
Hasil pemeriksaan menjadi dasar keputusan klinis. Ketika alat menyimpang, yang ikut bergeser bukan hanya nilai di lembar hasil, melainkan tindakan yang diambil setelahnya.
Rutinitas, bukan reaksi
Kalibrasi sebaiknya dijadwalkan sebagai rutinitas, bukan dikerjakan setelah muncul keluhan. Selain menjaga akurasi, penjadwalan rutin menghasilkan catatan riwayat yang berguna saat audit maupun saat menyusun rencana peremajaan alat.
Catatan itu juga membantu saat memutuskan apakah sebuah alat masih layak diperbaiki atau sudah waktunya diganti.
Soal intervalnya
Interval kalibrasi berbeda antar jenis peralatan, dan mengikuti ketentuan yang berlaku serta rekomendasi pabrikan. Karena itu kami tidak mencantumkan angka umum di sini — untuk peralatan di fasilitas Anda, silakan hubungi kami agar bisa ditinjau secara spesifik.
Sumber rujukan
- WHO — Medical Device Technical Series: Maintenance
- ISO — Metrological traceability (ISO/IEC 17025 overview)
Gambar sampul: Biomedical Equipment Technicians Keep Medical Equipment Running in St Lucia (8903441) oleh U.S. Air Force photo by Andrea Jenkins, lisensi Public domain.